Selasa, 29 Maret 2011

Tak ada penyesalan di raut wajahnya...

"bagaimana kalau kita rehat sejenak???" dari tadi pertanyaan ini mengganggu pikiranku yang (sok) sibuk memikirkan posisi persfektif yg bagus untuk tgas STUPA???. akhirnya setelah untuk kesekian kalinya pertnyaan itu muncul, aku menyerah dan mulai meraba laptop untuk online (lagi-lagi).

Jadi, ketika ak membuka laptop, pertama sekali yang ak fkirkan adalah membuat sebuah postan baru.. tapi kenytaanny tidak semudah itu, aku justru tergoda untuk memainkan twitter yg sdah bbrapa hari aku tinggalkan.. setelah cukup puas main twitter, aku beralih ke facebook, tapi tampaknya facebook pun mulai sepi, baru lah aku tersadar dan kembali ke tujuanku semula, hahha

Dan skarang aku sdang duduk manis di depan layar laptopku, berfkir sejenak cerita apa yang akan aku bagi hari ini dan.. emm.. yaaa aku akan bercerita tentang pengalamanku pulang kuliah hari ini..

Sekitar jam 4 (mungkin) aku dan teman-teman yang lain berjalan dengan langkah sedikit gontai karena kelelahan, pdahal, sebelumnya kami baru saja selesai menyantap makan 'siang menjelang sore' yang terasa tidak begtu nikmat lagi, mungkin karena waktu makan yang sdah tak wajar.. setelah perdebatan yang cukup sengit akhirnya kami memutuskan naik bus kertapati,  tidak seperti biasa..

Karena naik bus kertapati, terpaksa harus menyambung lagi naik bus km 12.. dan disinilah inti certanya..
Aku yang sdah mulai kesal karena bus yang berjalan sangat lambat ( mungkin hanya persaanku yg ingin cpat smpai rumah) , aku dengan risihnya mulai menoleh ke kanan dan ke kiri, mencoba mencari sesuatu yang menarik agar perjalanam tidak terlalu membosankan, tiba-tiba aku melihat teman SMP ku duduk di sampingku. muncul persaan ragu, apa aku harus menegurnya, akhirnya ak mmtuskan diam,, aku menoleh lagi kearahnya memastikan apakah dia benar teman yang aku kenal, hal ini aku lakukan berulang kali,sampai,,, dia pun menyadari aku yang sedari tadi memperhatikannya..
dia menoleh dan dengan nada sedikit terkejut menyapaku..
hahahhaha, persaan lega yang prtma ak rsakan, ternyta apa yang ak lakukan tdi benar..

Setelah sedkit menyapa satu sama lain, aku bertanya dmana dia kuliah, dan dengan santainya dia menjawab kalo dia sdah bekrja, tdak ada pnyesalan sma sekali di raut wajahnya..
ada persaan sedkit takjub,, aku seperti disadarkan akan satu hal,
temanku yang msih seusia dnganku sdah harus bekrja, sdngkan aku? hnya bisa mngeluh krena tgas2 kliah, hnya bisa mngeluh krna jarak kliah yg jauh, hnya bisa mngluh karna dosen yg jarang msuk, aku hnya bisa mngluh...
darinya aku mnyadari bhwa shrusnya aku bersyukur bukan mengeluh seperti yang sering aku lakukan...
darinya aku menyadari bahwa aku shrusnya mngerjakan tgas kliahku dngan lbih tkun..
sungguh, sperti sbuah hntakan keras.. aku benar2 tersadar...

Dan ketika ak merenungi semua itu, bus pun mulai mendekati arah rumahku, aku dan dia turun,, berjalan kearah rumah kami yang berlawanan arah...

Sekali lagi aku tersadar walaupun arah yang kami tuju tak sama, walaupun arah yang kami tuju berbeda, tapi tujuan kami sama, mencapai rumah dan kebahagian bersama keluarga,
seperti halnya mimpi dan cita-cita, walaupun arah dan tempat yng ingin kita capai tak sama, tapi tujuannya adalah mencapai kebahagiaan.. menjadi apa yang kita citakan..

4 komentar:

  1. makasih muti sudah baca :D :D, kejadiannyo nih kemaren pas balik kito kuliah ...

    BalasHapus
  2. terima kasih juga sudah membuka mata setiap orang yg baca post.an ini

    BalasHapus

just write your comment :D